KOMPLEKSITAS

(1) Klasifikasi bangunan berdasarkan kompleksitas terdiri dari bangunan gedung:
a. sederhana,
b. tidak sederhana, dan
c. khusus.

(2) Klasifikasi bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a memiliki karakteristik:
a. kompleksitas dan teknologi sederhana yang tidak membutuhkan perhitungan konstruksi;
b. bangunan yang konstruksinya terbuat dari bahan kayu atau beton sederhana;
c. bangunan yang sudah ada rangka konstruksi siap pasang (desain prototip) dengan jumlah lantai sampai dengan 2 (dua) lantai dengan luas sampai dengan 400 (empat ratus) meter bujur sangkar;
d. bangunan rumah tidak bertingkat dengan luas sampai dengan 70 (tujuh puluh) meter bujursangkar;
e. bangunan gedung pelayanan kesehatan yang tidak bertingkat, seperti puskesmas, balai pengobatan, klinik, atau bangunan lain yang sejenisnya; dan
f. bangunan gedung pendidikan pada sekolah tingkat dasar sampai dengan tingkat lanjutan dengan jumlah lantai maksimal 2 (dua) lantai;

(3) Klasifikasi bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b memiliki karakteristik:
a. bangunan dengan karakter, kompleksitas, dan teknologi tidak sederhana;
b. konstruksi beton bertulang untuk bangunan sampai dengan bangunan 4 (empat) lantai;
c. bangunan tanpa konstruksi baja dan tanpa basement.
d. bangunan sudah ada rangka konstruksi siap pasang (desain prototip) dan/atau memiliki jumlah lantai lebih dari dua lantai dengan luas lebih dari 400 (empat ratus) meter bujur sangkar;
e. bangunan rumah tidak bertingkat dengan luas di atas 70 (tujuh puluh) meter bujur sangkar;
f. bangunan gedung pelayanan kesehatan berupa rumah sakit kelas B, dan C; dan
g. bangunan gedung pendidikan pada sekolah tingkat dasar sampai dengan tingkat lanjutan dengan jumlah lantai di atas dua lantai dan/atau bangunan gedung pendidikan tinggi.

(4) Klasifikasi bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c memiliki karakteristik:
a. penggunaan dan persyaratan khusus:
b. memerlukan teknologi khusus;
c. pembangunan superblok dengan skala besar dan/atau bangunan dengan ketinggian lebih dari 4 (empat) lapis;
d. bangunan memiliki konstruksi baja;
e. bangunan memiliki basement; dan
f. bangunan gedung pelayanan kesehatan berupa rumah sakit kelas A.

Kembali ke halaman pengisian