PERMANENSI

(1) Klasifikasi bangunan berdasarkan permanensi terdiri dari bangunan gedung:
a. darurat;
b. semi permanen; dan
c. permanen.

(2) Klasifikasi bangunan berdasarkan permanensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a memiliki karakteristik bersifat darurat atau sementara dengan konstruksi dan bahan yang mudah dibongkar/dipasang selain baja.

(3) Klasifikasi bangunan berdasarkan permanensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b memiliki karakteristik bangunan gedung dengan konstruksi dan bahan campuran antara konstruksi permanen dan tidak permanen (darurat) serta sebagian bangunan menggunakan bahan kayu atau tepas.

(4) Klasifikasi bangunan berdasarkan permanensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c memiliki karakteristik dengan penggunaan konstruksi dan bahan yang seluruhnya bersifat permanen baik konstruksi beton dan/atau konstruksi baja.

Kembali ke halaman pengisian